Inilah Inovasi Bupati Nikson Nababan untuk Pembangunan Taput

Sejak Nikson Nababan memimpin Kabupaten Tapanuli Utara, beliau telah berupaya keras untuk menjadikan Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan, Lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta daerah wisata yang sekaligus didukung dengan pelaksanaan misi lainnya. Dulunya, tapanuli utara memiliki banyaknya daerah yang terisolir, infrastruktur yang belum memadai dan masih ada 44.000 hektare lahan tidur yang subur, sehingga bukan perkara mudah untuk mewujudkan visi tersebut. Terlebih dengan Minimnya Dana Alokasi Umum ke Tapanuli Utara membuat pembangunan semakin tidak mudah. Namun hal ini diperjuangkan dengan gigih dengan mengajukan proposal sehingga bisa memperlancar proses pembangunan.

Berikut merupakan beberapa inovasi yang dilakukan Nikson Nababan untuk Pembangunan daerah tapanuli utara.

1. Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan

Untuk mewujudkan tapanuli utara sebagai Daerah Lumbung Pangan, Nikson Nababan mengusung konsep ‘petani harus menjadi profesi’ dan melaksanakan berbagai langkah yang bersifat inovatif untuk mengatasi hal tersebut, bahkan beberapa diantaranya merupakan hal baru yang pertama kali ada di Indonesia, anta. Hal tersebut seperti memberikan Pupuk Bersubsidi Bayar Pasca Panen sehingga meringankan modal petani. Kemudian melakukan pasar lelang 3 komiditi pertanian yaitu cabai merah, bawang merah dan gabah padi. Ada juga jaminan Harga Komoditi Pertanian dan pemberikan bantuan bibit dan benih Tanaman serta benih ikan/ternak.

Bahkan ada pengadaan alat berat untuk pembukaan jalan usaha tani, jalan interkoneksi antar desa. Termasuk ada pengadaan traktor untuk pembukaan dan pengolahan lahan-lahan tidur secara gratis, dan terdapat mekanisasi pertanian, yaitu memberikan bantuan peralatan kepada kelompok tani. Bahkan bidang perikanan juga tak luput dari perhatian Nikson Nababan dalam pencapaian sebagai Lumbung Pangan. Keseriusan Pemerintah Tapanuli Utara ditunjukkan dengan mencetak puluhan lahan tidur menjadi kolam ikan tawar.

2. Tapanuli Utara Sebagai Lumbung SDM Berkualitas

Dalam mewujudkan Tapanuli Utara sebagai Lumbung SDM yang Berkualitas. Nikson Nababan melakukan terobosan dalam beberapa sektor, antara lain Pendidikan, Tenaga Kerja dan Kesehatan. Pada Sektor Pendidikan, ada program Sekolah sehingga siswa tidak dipungut biaya. Pada sektor kesehatan, ada pencanangan program antar dan jemput pasien dengan layanan Quick Respon melalui PSC 119 selama 24 jam secara gratis, program ketuk pintu dengan sasaran home visit ke rumah penduduk, pelayanan 24 jam pada Puskesmas, meningkatkan insentif medis dan paramedis serta pelaksanaan berobat gratis.

3. Tapanuli Utara sebagai Daerah Wisata

Bupati Nikson Nababan saat awal kepemimpinannya sudah mempersiapkan dan memperjuangkan pengembangan Bandara Silangit, bahkan sebelum Presiden RI Joko Widodo menetapkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata. Sebelumnya, Bandara Silangit akan dikembalikan sebagai bandara perintas jika tidak mengalami kemajuan sehingga dibutuhkan peningkatan kondisi pada Bandara tersebut. Upaya pembebasan lahan yang sebelumnya termasuk kawasan hutan lindung yang akhirnya dipinjam pakai oleh pihak Angkasa Pura II pun dilakukan. Hingga akhirnya pada 24 Nopember 2017 bandara silangit telah ditetapkan. Presiden Jokowi sebagai Bandara Internasional yang akan mendukung perkembangan wisata di daerah tapanuli utara.

Meskipun sebelumnya dana yang di kucurkan untuk tapanuli utara hanya terbatas, namun setelah pengajuan proposal yang dilakukan Nikson Nababan ke beberapa kementerian membuat dana yang didapatkan juga bertambah. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya berbagai pembangunan yang di danai oleh Pemerintah Pusat bahkan juga ada berbagai bantuan dari pihak ketiga. Bupati yang juga aktif turun ke desa ini menilai perlunya inovasi sebagai wujud ‘Perubahan’ dengan berbagai terobosan dalam percepatan pembangunan. Hal tersebut dilakukan pada beberapa sektor antara lain pertanian, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pariwisata serta tetap melaksanakan sektor lainnya.

Tags: