Dinilai Layak Kembali Menjabat, Warga Senang Bupati Nikson Nababan Wujudkan Lumbung Pangan

Menjadikan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan dan lumbung sumber daya manusia (SDM) merupakan target yang ditetapkan oleh Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan. Beliau melihat adanya peluang yang sangat mungkin mewujudkan hal tersebut jika dilakukan dengan berbagai inovasi. Salah satu caranya adalah dengan mewujudkan masyarakat yang sejahtera lewat sektor pertanian. Beragam inovasi juga telah dilakukan sehingga petani mampu bekerja dan memperoleh hasil yang maksimal, baik dari segi kuantitas, kualitas produksi, maupun jaminan harga. Untuk mewujudkan program tersebut, maka bupati membuat berbagai inovasi baru yang sangat menarik.

Berikut merupakan beberapa hal mengenai Nikson Nababan yang ingin mewujudkan tapanuli utara menjadi Lumbung Pangan.

1. Pupuk Setelah Panen

Hal menarik yang diadakan pada pemerintahan Nikson Nababan yaitu petani diperbolehkan membayar pupuk setelah panen. Bukan itu saja, bahkan pemerintah juga memberikan pendampingan yang baik terhadap petani sehingga hasil pertanian bisa sesuai dengan target. Di sisi lain, tingginya spekulasi hasil pertanian oleh sejumlah pihak juga menjadi alasan pemerintah dalam menciptakan inovasi baru pemasaran yakni lewat sistem lelang. Tentunya program yang dilakukannya ini membuat petani merasa terbantu karena akan lebih meringankan mereka, hal tersebut juga bisa menghindari para petani terlilit hutang karena tidak ada biaya sebelum panen.

2. kawasan industri pertanian

Nikson juga bertekad untuk menjadikan Tapanuli Utara sebagai sebuah kawasan industri pertanian. Tekad itu pun nantinya akan dibuktikan oleh Nikson Nababan dengan menjamin ketersediaan bibit unggul dan pupuk yang baik. Hal penting lainnya adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur jalan sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah akan semakin luas. Nikson juga berpandangan bahwa penguatan integrasi wilayah dan interkoneksi dengan kawasan pembangunan yang ada di sekitarnya juga menjadi perhatiannya.

3. peningkatan hasil pertanian

Saat ini para petani merasa puas dengan program pengembangan pertanian yang dilakukan oleh Nikson Nababan. Petani bahkan dapat memperoleh hasil yang berlimpah dengan penerapan pengawasan, pengendalian dan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah. Bahkan pemerintah juga menambah jumlah penyuluh pertanian sehingga bisa lebih membimbing para petani. Sebelumnya petani menghasilkan gabah rata-rata 6,5 ton per hektare, namun saat ini mengalami peningkatan rata-rata 8,2 ton per ha karena program yang diterapkan.

4. pasar lelang pertanian

Sementara untuk memberikan jaminan harga terhadap sejumlah produk pertanian yang dihasilkan khususnya cabai, maka Nikson Nababan membuka sebuah pasar lelang pertanian. Pasar lelang pertanian ini juga termasuk bagian dari inovasi pemerintahan Tapanuli Utara. Pelaksanaan program lelang cabai ini terdapat di dua pasar tradisional yakni di Siborongborong dan juga berada di Tarutung. Inovasi yang dilakukan mengacu kepada UU No 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, utamanya Pasal 48 ayat 1 dan 2. Hal tersebut karena menurut nikson pada dasarnya tapanuli utara merupakan bumi yang sangat kaya. Namun untuk dapat mengeksplorasi serta mengeksploitasi kekayaan alam tentunya dibutuhkan paradigma baru pembangunan. Tentunya perubahan dan pembaruan tersebut dapat dilakukan jika pemerintah, pemangku kepentingan serta masyarakat dapat bekerja sama dengan baik.

Tentunya pengolahan daerah yang inovatif perlu dilakukan oleh seorang kepala daerah, seperti yang dilakukan oleh Nikson Nababan. Bahkan beberapa program yang dilakukan oleh bupati yang satu ini untuk sektor pertanian beberapa terbilang masih baru di Indonesia. Tentunya hal tersebut sangat bermanfaat demi membangun pertanian tapanuli utara yang lebih maju dan berkembang. Sehingga lahan tidur subur di tapanuli utara yang sebelumnya tidak digunakan, sekarang bisa dimanfaatkan untuk pertanian bahkan kolam ikan air tawar.

Tags: